Janji Politik Anies Membangun Stadion BMW

Agen Casino

Janji Politik Anies Membangun Stadion BMW – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) akan memutuskan PT Buana Permata Hijau memenangi sidang masalah berkaitan tempat No. 282/G/2018/PTUN-JKT. Dalam amar keputusan, Majelis Hakim menyetujui tuntutan PT Buana Permata Hijau serta menggagalkan sertifikat hak gunakan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta nomer 314 serta 315.

Tempat yang sedang disengketakan itu didapati akan dibuat Stadion BMW (Bersih Manusiawi serta Berwibawa) atau Jakarta International Fase (JIS). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didapati telah lakukan ‘kick off’ pembangunannya.

Sertifikat tanah itu awalnya dikeluarkan Tubuh Pertanahan Jakarta Utara. Dalam masalah ini, PT Buana Permata Hijau menuntut dua faksi: Tubuh Pertanahan Nasional serta Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Keputusan PTUN telah dibacakan. Pengacara PT Buana Permata Hijau, Damianus Renjaan tuntut Pemerintah Propinsi DKI Jakarta hentikan pembangunan stadion itu.

Perselisihan Tempat Stadion BMW serta Jejak Janji Politik Anies Maket Stadion BMW.

“Supaya hentikan pembangunan stadion BMW serta menghargai hak PT Buana Permata Hijau atas tempat itu,” kata Damianus dalam info tertulisnya, Rabu (16/5).

Majelis Hakim memaparkan beberapa pertimbangan fakta memenangi PT Buana Permata Hijau. Pertama, surat hak gunakan DKI Jakarta dipandang cacat sebab dikeluarkan waktu DKI lakukan konsinyasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kantor Pertanahan Jakarta Utara dipandang tidak jeli sebab keluarkan surat itu. Ke-2, penerbitan dua sertifikat itu dipandang berlawanan dengan Ketetapan Presiden nomer 55 tahun 1993 mengenai Penyediaan Tanah buat Penerapan Pembangunan Kebutuhan Umum.

Karena didapati tempat tempat berdiri Stadion BMW adalah termasuk juga prasarana yang tidak terdapat dalam kebutuhan umum. Ke-3, Kantor Pertanahan dipandang tidak bisa keluarkan hak gunakan tempat lebih dari 2.000 mtr. persegi untuk tempat pertanian.

Didapati dua sertifikat hak gunakan DKI mempunyai luas tempat 29.256 serta 66.199 mtr. persegi.

Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhana menjelaskan dalam amar keputusan yang dikeluarkan Majelis Hakim tidak mengamanatkan pemberhentian pembangunan. Amar keputusan cuma gagalkan hak gunakan DKI yang sekarang dipakai untuk membuat.

“Karenanya pembangunan tetap harus jalan. Kan ini bermakna permasalahan administrasi saja,” kata Yayan.

Yayan menjelaskan DKI akan ajukan banding atas masalah ini. DKI juga melayangkan surat banding jadi faksi intervensi.

Janji Politik Anies
Stadion BMW adalah satu diantara janji politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan waktu ikuti Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Anies waktu itu janji akan memberi stadion pertama buat masyarakat DKI serta jadi tempat latihan dari club sepak bola Persija.

Anies rasakan pembangunan stadion ini mempunyai tujuan baik. Hingga dia menyangka ada faksi yang menyengaja menjegal pembangunan ini. Dia juga minta doa pada warga serta Persija supaya bisa melanjutkan pembangunan.

“Saya meminta doanya dari Persija The Jak doakan supaya masalah semacam ini dapat mengecil di masa datang. Membantu untuk pantau, tetap ada-ada saja faksi yang ingin menjegal. Membantu ini hingga stadion dapat terjadi untuk semua,” kata Anies.

Atas masalah itu, Anies mengaku jika DKI bukan faksi tergugat. Dia menyebutkan Tubuh Pertanahan Nasional adalah faksi tergugat serta yang bertanggungjawab atas masalah itu.

“Kelak BPN yang akan banding. Saya telah komunikasi dengan mereka,” tutur Anies.

Bahasan pembangunan Stadion BMW berjalan panjang. Budget yang dibutuhkan untuk pembangunan stadion keseluruhannya seputar Rp5 triliun. Pembangunan dibagi dalam beberapa waktu serta telah digelontorkan dana sebesar Rp900 miliar untuk tahun 2019.

Diproyeksikan seputar 82 ribu pemirsa dapat memakai stadion ini. Lalu di sekitaran stadion akan dibuat tempat komersil untuk jadikan sumber penghasilan yang lain dalam pengendalian stadion.