Home / Berita Umum / Korban Polisikan Dokter Operasi Plastik Gadungan Terkait Kerusakan Wajah yang Dideritanya

Korban Polisikan Dokter Operasi Plastik Gadungan Terkait Kerusakan Wajah yang Dideritanya

Korban Polisikan Dokter Operasi Plastik Gadungan Terkait Kerusakan Wajah yang Dideritanya – Perkara penipuan bermodus dokter yg pakar di sektor kecantikan saat ini masuk babak penyelidikan. 2 Dokter gadungan ialah Ammyza Tomme (28) serta mitranya, Arini (30) jadi terduga sebelumnya setelah ditangkap minggu waktu lalu.

” Status ke dua pemeran saat ini udah berubah menjadi terduga. Kasusnya saat ini naik ke tingkat penyelidikan, sehabis dilaksanakan titel masalah. Kami tunggu apabila tetap ada korban-korban yang lain yg ingin melapor, ” jelas Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu M Fahrun di area kerjanya, Jumat (22/2/2019) .

Ammyza hakikatnya penduduk Enrekang. Namun dikenalkan jadi dokter pakar dari Singapura yg datang dari Malaysia buat mengelabui korban. Dia bersua dengan Rini di Malaysia.

Dalam mengelabui korbannnya, Amyza senantiasa memanfaatkan kemeja jas putih seperti dokter. Rini jadikan alat buat memperkokoh promo menekankan konsumen.

Amiza menyatakan bukan dokter sungguhan. Tetapi praktik kecantikan muka yg dilaksanakan seperti suntik anestesi terhadap banyak korbannya ini merupakan hasil belajar otodidak. Awal kalinya pernah juga turut pelatihan kecantikan di Malaysia.

Tiap-tiap korban mesti membayar Rp 8 juta sampai 13 juta dengan dijanjikan perawatan bentuk muka sampai selesai sesuai yg dikehendaki.

Tetapi, beberapa korban dalam laporannya menyatakan tertipu. Hasil muka yg diinginkan malahan tak makin cantik jadi menimbulkan rusaknya seperti abuh sampai tompel.

Korban jengkel lantaran arah komunikasi terputus. Dokter seakan menghilang serta enggang bertanggung buat gara-gara rusaknya muka korban.

” Banyak korban melapor terkait rusaknya muka yg dideritanya. Mereka banyak mengerang bab pembengkakan diarea lebih kurang muka yg disuntik, ” kata Fahrun.

Kepolisian mengamankan barang untuk bukti berwujud alat medis terduga bersama-sama busana yg kerapkali dimanfaatkan. Atas perbuatan penipuan itu, terduga dikenai UU Praktek Kedokteran serta terancam hukuman pidana maksimum 4 tahun penjara.

About admin