Oezil Di Kritik Sering Malas Cuma Di Balas Senyuman

Agen Casino

Oezil Di Kritik Sering Malas Cuma Di Balas Senyuman – Mesut Oezil terakhir dikritik sebab sering malas waktu ada di lapangan hijau. Oezil juga hanya dapat ketawa sebab sebenarnya ia seseorang pekerja keras.

Oezil memulai musim ini dengan kurang memuaskan saat ia jadi tujuan masukan menyusul perform Arsenal. Waktu itu Arsenal kebetulan kalah 0-2 dari Manchester City di pertandingan pembuka Premier League.

Tidak hanya fans, bahkan juga manajer Arsenal Unai Emery ikut ikutan mengkritik Oezil yang dipandang tidak tampil berbentuk terbaik. Masukan yang ada ini seolah semakin membetulkan jika Oezil telah alami penurunan, terpenting semenjak kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018 kemarin.

Saya hanya dapat ketawa,” tutur Oezil saat di tanya masalah tanggapannya atas masukan dari Emery serta fans.

“Saya bukan pemain muda kembali, tetapi saya mulai bermain semenjak usia 16 atau 17, serta terus-terusan ada naik-turunnya – beberapa orang ada yang menyukai serta tidak suka pada saya,” sambungnya seperti diambil FourFourTwo.

“Saya tidak dengarkan beberapa orang semacam itu – saya cuma dengarkan pelatih saya serta beberapa orang yang langsung katakan di muka saya. Pasti saya ketahui bila saya main jelek, begitupun waktu main bagus.”

“Yang penting ialah pelatih dapat menolong saya – bila ada kekeliruan jadi ia dapat menyapa saya, kita dapat bicara serta saya juga dapat melakukan perbaikan yang akan datang.”

Apakah yang Oezil kerjakan selama ini dapat dibuktikan benar. Daripada menanggapi masukan itu di mass media, Oezil menjawab melalui perform bagus diatas lapangan. Oezil bertindak besar dalam laju bagus Arsenal yang menang di 11 pertandingan terakhir kalinya. Pemain berumur 30 tahun itu membuat empat gol serta satu assist.

“tetapi bila beberapa orang berkata jelek masalah saya sebab mereka ingin tenar di alat – saya ketahui itu serta saya benar-benar tidak perduli.”

“Saya tetap terpacu, terutamanya sebelum laga – saya ingin memenangkan semua pertandingan serta saya tidak suka kalah, bahkan juga saya senang marah-mara waktu latihan serta agresif sebab saya ingin menang.”

“Saya orangnya begitu tenang, kadang saya dapat begitu emosional di lapangan bila saya melakukan perbuatan kekeliruan atau salah mengumpan sebab saya ingin semuanya prima,” tuturnya.