Abubakar Meninggal Setelah Ditahan 7 Bulan, Vonisnya 5,5 Tahun

Agen Casino

Abubakar Meninggal Setelah Ditahan 7 Bulan, Vonisnya 5,5 Tahun – Bekas Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar wafat waktu statusnya tengah jalani waktu hukuman karena masalah korupsi. Sepanjang ada di Lapas Sukamiskin, Abubakar termasuk terpidana berkepribadian baik.

“Sepanjang jalankan pidana di Lapas Sukamiskin, yang berkaitan tetap berperilaku B (baik),” sebut Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto pada detikcom, Sabtu (13/7/2019).

Abubakar yang divonis 5,5 tahun pada bulan Desember 2018 itu memang baru 7 bulan jalani hukumannya di Lapas Sukamiskin. Walau termasuk sesaat, Tejo akui Abubakar benar-benar kooperatif atas aturan-aturan yang diresmikan di lapas spesial koruptor itu.

“Yang berkaitan kooperatif pada ketentuan yang berlaku serta ikuti tiap program pembinaan secara baik,” kata Tejo.

Tejo menjelaskan sebelum mengembuskan nafas paling akhir, Abubakar sudah sempat jalani izin berobat keluar pada 18 Juni 2019. Waktu itu, Bupati KBB dua periode ini dibawa ke rumah sakit Hermina, Arcamanik.

“Seterusnya yang berkaitan dirujuk ke rumah sakit Borromeus. Sampai tanggal 13 Juli 2019 jam 00.05 wafat,” kata Tejo.

“(Dengan wafatnya Abubakar) dengan sendirinya proses pidananya gugur,” sebut Tejo memberikan tambahan.

Abubakar divonis 5,5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan pada Desember 2018 yang lalu. Dia dapat dibuktikan korupsi ‘bancakan’ uang Unit Kapasitas Piranti Wilayah (SKPD) Pemkab KBB.

Menurut majelis hakim, keseluruhan uang yang didapatkan oleh Abubakar sampai Rp 1,29 miliar. Uang itu datang dari setoran ‘bancakan’ kepala dinas Rp 860 juta, pemberian bekas kepala BKPSDM Asep Hikayat Rp 95 juta, penerimaan dari Ahmad Dahlan serta Ade Komarudin semasing Rp 50 serta Rp 20 juta dan Rp 240 juta dari Bapelitbangda.

Uang itu dipakai untuk kepentingan penyalonan istrinya Elin Suharliah pada Pemilihan kepala daerah serempak 2018, mulai dari survey oleh instansi survey sampai operasional. Istrinya Elin serta Maman Sulaeman di dukung PDIP.

Tetapi menurut hakim uang yang dapat dibuktikan diterima cuma Rp 485 juta rupiah. Abubakar juga disuruh untuk kembalikan uang itu. Abubakar langsung terima vonis itu.

Sepanjang ditahan di Lapas Sukamiskin, seringkali bekas politikus PDIP itu keluar masuk rumah sakit sebab penyakit kanker darah yang diidapnya.

Pada pertengahan Mei lalu, Abubakar sudah sempat diberitakan wafat. Abubakar alami waktu gawat serta dibawa ke RS Borromeus. Waktu itu, menurut pengacara Abubakar Iman Nurhaeman, keadaan Abubakar ngedrop sampai harus masuk high care unit (HCU). Abubakar dikatakannya menderita penyakit kanker darah.