Home / Berita Umum / Banjir di Tol Madiun Dianggap Sangat Memalukan oleh BPN

Banjir di Tol Madiun Dianggap Sangat Memalukan oleh BPN

Banjir di Tol Madiun Dianggap Sangat Memalukan oleh BPN – Banjir di Tol Ngawi-Kertosono, yang pasti di Simpang Susun Madiun, dikritik oleh Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Momen itu dirasa membuat malu.

“Sangatlah disayangkan ya, berlangsung banjir setinggi 1 mtr. di ruas tol Ngawi-Kertosono Km 603-Km 604,” kata jubir BPN serta Team Ahli Sektor Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, melalui info tercatat, Kamis (7/3/2019).

Awal kalinya dikabarkan, banjir merendam ruas Tol Madiun selama 1 km.. Banjir dengan ketinggian hampir capai satu mtr. itu berlangsung di Km 603 sampai Km 604, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo.

Suhendra mengemukakan pihaknya telah memperingatkan pemerintah buat mengerjakan audit investigatif keseluruhan pada Tol Trans Jawa. Peringatan ini dilepaskan mulai sejak talut Tol Salatiga-Kartasura ambrol di Boyolali pada Desember 2018.

“Ini khusus untuk keselamatan, keamanan, kenyamanan pemakai jalan tol. Lantaran mereka udah membayar tarif tol, pasti mesti dapatkan hak-hak diatas (keselamatan, keamanan, serta kenyamanan) jadi pembeli jalan tol,” tutur bekas Staf Privat Menteri PUPR ini.

Ia menyebutkan banjir setinggi 1 mtr. di jalan tol Caruban-Madiun ini karena kekeliruan tekhnis serta nonteknis. Menurut dia, apabila diliat dari segi tekhnis, lantaran jalan tol miliki perincian tinggi, tak bisa berlangsung genangan air, ditambah lagi hingga banjir.

“Ini tentunya ada yg salah, ikut membuat malu ya, lantaran dengan kecanggihan technologi serta kabar, negara berbeda bisa lihat berlangsung banjir di Jalan Tol Trans Jawa yg dibangga-banggakan pemerintah jadi kesuksesan program politik pemerintah,” papar Suhendra.

Ia memperbandingkan keadaan jalan tol di Indonesia serta Malaysia yg dirasa tambah maju, meskipun sebenarnya dahulu belajar dari Indonesia. “Dengan peristiwa banjirnya jalan tol Madiun ini sangatlah membuat malu sekali,” lanjut Suhendra.

Suhendra memohon pemerintah bukan hanya kejar kecepatan penyelesaian konstruksi untuk pencitraan. Ia memperingatkan supaya pembangunan perhitungkan faktor tekhnis serta nonteknis.

About admin