Home / Berita Umum / Jokowi Menang Di Surabaya, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan

Jokowi Menang Di Surabaya, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan

Jokowi Menang Di Surabaya, Saksi Prabowo Tolak Tandatangan – Komisi Penentuan Umum (KPU) Kota Surabaya pada akhirnya menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilihan presiden serta Pemilu 2019. Hasilnya Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul mutlak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Hasil rekapitulasi tunjukkan jika capres serta wapres nomer urut 01 Jokowi-Ma’ruf sukses memperoleh 1.124.966 suara, sedang paslon 02 Prabowo-Sandi cuma mendapatkan 478.439 suara.

Pencapaian suara itu datang dari jumlahnya pemilih yang ada yaitu 1.635.312 orang. Sesaat surat suara yang dikatakan resmi sekitar 1.603.405 suara, serta suara tidak resmi 31.907 suara.

Tetapi, rapat pleno rekapitulasi ini diwarnai tindakan penolakan tanda-tangan oleh saksi paslon 02. Salah seseorang saksi Agus Fachruddin menyebutkan jika hal tersebut ialah instruksi Tubuh Pemenangan Propinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jawa timur.

“Kami diinstruksikan BPP tidak untuk tanda-tangani apa pun,” kata Agus, di celah rekapitulasi, di Kantor KPU Surabaya, Rabu (8/5) pagi hari.

Lihat : FPI Katakan Masalah Bachtiar Nasir Kriminalisasi Ulama Set Baru

Tetapi, waktu diberi pertanyaan apa basic dia menampik tanda-tangan hasil rekapitulasi itu, Agus akui belum dapat mengemukakan hal tersebut, dia menjelaskan hal tersebut akan dikatakan langsung oleh BPP.

“Kami punyai beberapa fakta, yang pada waktunya kelak kami akan berikan, ialah manipulasi, kita tidak dapat katakan saat ini,” kata pria yang mengenakan seragam Front Pembela Islam (FPI) ini.

Menyikapi itu, Ketua Komisioner KPU Surabaya Nur Syamsi menjelaskan tindakan penolakan penandatanganan oleh saksi tim 02 itu, tidak akan merubah hasil rekapitulasi suara

“Sesuai dengan ketetapan, saksi itu bisa tanda-tangani, apabila tidak tanda-tangani juga, tidak menggugurkan hasil yang sudah dikerjakan sampai ini hari,” kata Saymsi.

Lihat : Prabowo-Sandi Unggul Mutlak dari Jokowi-Ma’ruf di Arab Saudi

Dia memberikan tambahan jika semua serangkaian pengambilan sampai rekapitulasi suara ini betul-betul dikerjakan pihaknya dengan terbuka. Hal tersebut dapat juga dilihat bersama dengan oleh pihak mana saja.

“Semua proses itu terbuka, terbuka buat semua warga, bahkan juga bukan sekedar saksi yang ikut dapat melihat, warga dapat juga, pemantau , serta yang penting dipantau oleh pemantau,” katanya.

Hal itu yang sebagai bukti jika jalannya serangkaian pemilihan presiden di Kota Surabaya ini nihil dengan hal yang bau manipulasi. Karena rekapitulasi pada tingkat kecamatan juga, klaim Syamsi tidak memunculkan permasalahan.

“Ini menunjukkan jika tidak ada yang namanya manipulasi, sebab sebagian besar proses yang berlangsung di PPK sejumlah besar peserta pemilu telah tanda-tangani hasil rekapitulasinya pada tingkat kecamatan,” katanya.

Lihat : Prabowo Unggul di Kabupaten Bogor, Suara Melompat dari 2014

Seirama, Ketua Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya Hadi Margo Sambodo, menjelaskan jika penolakan penandatanganan saksi 02 itu tidak akan menggugurkan hasil apa pun dalam rekapitulasi.

Hadi menjelaskan bila benar pihak saksi Prabowo-Sandi mempunyai bukti terdapatnya keganjilan atau manipulasi, karena itu hal tersebut dapat diadukan ke Bawaslu.

“Jika kecurangan-kecurangan ya monggo silakan adukan ke Bawaslu,” kata Hadi, waktu didapati di peluang yang sama.

Tetapi, keberatan itu tidak dapat langsung dikatakan di ajang rekapitulasi. Menurut dia rekapitulasi ini ialah bentuk transparansi serta akuntabilitas hasil pemilu, yang dapat dilihat oleh seluruh pihak.

“Di rekapitulasi ini dapat dibuktikan dengan real. Jika juga memang keberatan itu hak paslon untuk menulis keberatannya, jika tidak senang ya kami tetep akan terima laporannya,” pungkas ia.

About admin