Home / Berita Bola / Muhammad Salah Jadi Inspirasi Di Timur Tengah

Muhammad Salah Jadi Inspirasi Di Timur Tengah

Muhammad Salah Jadi Inspirasi Di Timur Tengah – Di Mesir, mungkin juga di seantero Timur-Tengah, Muhammad Salah bomber Liverpool paling trengginas sekarang ini dengan catatan 30 gol jadi buah bibir. Ia bukan sekedar jadi pesepakbola kesohor sejagat raya, tapi juga jadi ide di dalam keterpurukan ekonomi serta politik di Mesir serta Timur-Tengah.

Muhammad Salah yaitu oase keinginan di dalam kekecewaan serta kemarahan karna transisi demokrasi alami kemunduran, bahkan juga kegagalan. Nyaris di tiap-tiap pertokoan serta bebrapa tempat tinggal menempatkan gambar sosok Salah. Mungkin saja dipikiran golongan muda milenial serta orang-tua mereka telah putus keinginan pada politik. Mereka menginginkan anak-anaknya di masa datang jadi bintang berolahraga yang mendunia seperti Muhammad Salah.

Media-media mainstream serta terpenting di Timur-Tengah, seperti al-Jazeera, al-Sharq al-Awsath, al-Hayat, al-Quds al-‘Araby, al-Ahram, al-Mashr al-Youm nyaris tidak sempat tidak hadir memberikan pujian pada kepiawaian Muhammad Salah dalam kuasai lini depan lapangan hijau, sampai cetak gol-gol indah.

Media-media Arab mengutip nyanyian Liverpuldian waktu Liverpool mengganyang Basel 5-0 di Liga Champion, ” Salah, bila hal tersebut baik untuk anda, jadi baik juga untuk saya. Bila cetak banyak gol sekali lagi, jadi saya juga akan jadi muslim juga. “

Muhammad Salah menjelma jadi duta Timur-Tengah, bahkan juga duta Islam di Barat. Di dalam kuatnya kebencian pada Timur-Tengah serta Islam yang selalu menguat (islamophobia), Salah dapat melakukan perbaikan gambaran yang sampai kini di kenal jadi teroris. Terlebih Liverpuldian sampai kini di kenal jadi fans sepakbola yang fanatik. Mereka nikmati kelincahan Salah di lapangan hijau, serta mereka juga terima Salah yang berlatar belakang Muslim. Bahkan juga, sumbangsih Salah di Liverpool yang begitu menarik musim ini dapat buat mereka kepincut pada Islam, agama yang dipeluk Muhammad Salah.

Ya, Muhammad Salah memanglah di kenal jadi muslim yang patuh. Ia sosok orang Mesir yang lahir serta besar di perkampungan simpel, Nagrig di lokasi sisi barat Mesir yang di kenal dengan Gharbiya. Salah mencapai prestasi menjulang seperti saat ini tidak gampang. Ia mesti lewat lika-liku kehidupan yang penuh perjuangan serta optimisme.

Rutinitas Muhammad Salah yg tidak sempat beralih dari dahulu hingga saat ini yaitu mengkhatamkan al-Quran. Sebelumnya berlaga ia tampak membaca al-Quran. Salah juga senantiasa datang ke masjid untuk melakukan salat. Karena itu, beberapa Liverpuldian bila menginginkan bersua Salah serta mengabadikan photo dengan Salah cukup datang ke masjid. Bila pulang kampung, Salah tidak sempat tidak hadir menunaikan salat di masjid.

Muhammad Salah tidak lupa tanah kelahirannya dengan menolong beberapa orang miskin, rumah sakit, sekolah, serta beberapa rekannya di masa kecil dahulu. Bahkan juga, ia masih tetap bermain bola dengan beberapa rekannya.

Pada musim berlibur, Salah senantiasa pilih untuk mudik ke kampungnya di Nagrig dari pada bersenang-senang seperti beberapa pemain bintang yang lain menggunakan miliaran. Salah seperti orang Mesir yang lain yang cuma menginginkan senantiasa pulang kampung, karna ada di negeri orang yaitu azab. Dalam pepatah Mesir dimaksud, al-ghurba ‘adzabun. Keterasingan yaitu penderitaan. Berlibur jarak musim ia pakai untuk mudik ke kampung halamannya di Mesir.

Dasarnya, akhlak Muhammad Salah, baik didalam lapangan ataupun diluar lapangan bersamaan serta selaras. Ia senantiasa menghadirkan keindahan dalam membuat bola dengan keindahan perangai yang buat decak mengagumi akan tiap-tiap orang yang mengenalnya.

Oleh karena itu, beberapa orang Mesir mengatakan Muhammad Salah, ” Ia sosok yang seperti kami. Ia dahulu berjuang melalui kesusahan, tapi ia berkelanjutan serta sukses. ” Berarti, ia merepresentasikan kegigihan orang kampung di Mesir yg tidak menyerah pada kondisi yang serba susah serta miskin. Ia berlatih serius, sampai pada akhirnya mencapai mimpinya untuk bermain sepakbola di club prestisius serta liga yang paling keras didunia.

Muhammad Salah mulai karirnya di club yang termasuk medioker di Mesir, El Mokawloon el-Arab, bukanlah club besar seperti al-Ahly serta Zamalek. Lantas, ia coba keberuntungan bermain di Basel, Swiss, sampai pada akhirnya sesudah jadi pemain paling baik dalam Liga Swiss ia dilirik oleh beberapa club besar Eropa, seperti AS Roma, Fiorentina, Chelsea, serta paling akhir berlabuh di Liverpool.

Salah sempat juga mewakili Mesir dalam Piala Dunia FIFA U-20 pada 2011 serta Olimpiade 2012. Pada 2012, ia jadi pemain muda paling baik Afrika. Pada 2017, Salah jadi sosok perlu karna sukses membawa kembali Mesir ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Penalti ke gawang Ghana jadi pesta besar yang dirayakan di tiap-tiap pojok kota. Pada akhirnya mereka dapat melihat punggawa tim nasional Fir’aun berlaga di Rusia sesudah tidak hadir lama sekali.

Oleh karena itu, pada 2017 lantas, Muhammad Salah dinobatkan jadi pemain paling baik Afrika. Ia yaitu sosok pemain Mesir ke-2 sesudah Mahmood Khatib yang memperoleh titel yang sama pada 1983. Mahmood Khatib juga legenda Mesir karna mengantarkan tim nasional Mesir ke Piala Dunia pada 1990. Tapi bedanya, Khatib tidak sempat bermain di Liga Eropa.

Muhammad Salah yaitu sosok yang lengkap. Ia layak jadikan jadi ide di Mesir serta Timur-Tengah. Ia juga saat ini disejajarkan dengan Ummi Kultsum (penyanyi) serta Naguib Mahfudz (sastrawan). Sosok-sosok ini sudah jadi legenda Mesir yang mendunia lewat karya-karyanya.

Muhammad Salah selalu jadi pembicaraan serta ide, karna ia saat ini sesungguhnya masih tetap baru mulai karirnya di Liverpool. Ia belum juga ada di puncak, tetap dalam tangga menuju puncak prestasi. Bila ia sukses membawa Liverpool jadi juara Liga Champion, jadi ia juga akan jadi pemain paling baik dunia. Itu juga akan jadi histori baru untuk Salah.

Beritanya Real Madrid tertarik untuk meminang Salah. Itu berarti, Salah juga akan jadi ” khalifah ” Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi. Sampai kini orang bertanya-tanya siapakah ” khalifah ” ke-2 pemain paling baik dunia itu. Rahasia itu bebrapa perlahan terjawab, karna Salah kelihatannya juga akan jadi khalifah untuk CR7 serta Messi. Ya, beberapa orang Arab mengatakan Salah jadi ” Messi-nya Arab “.

Zuhairi Misrawi intelektual muda Nahdlatul Ulama, analis pemikiran serta politik Timur-Tengah di The Middle East Institute

About admin