Home / Berita Umum / Tipikor Kembali Sidangkan Khasus Suap Zumi Zola

Tipikor Kembali Sidangkan Khasus Suap Zumi Zola

Tipikor Kembali Sidangkan Khasus Suap Zumi Zola – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menyidangkan masalah pendapat suap pada anggota DPRD Jambi untuk terdakwa Zumi Zola, ini hari. Dalam persidangan kesempatan ini, Jaksa mendatangkan empat saksi dari Dinas PUPR Jambi.

Pada persidangan tersingkap ada kode suap yang disamarkan oleh Gubernur non-aktif Jambi, Zumi Zola untuk menyogok anggota DPRD Jambi. Kode itu diistilahkan dengan sebutan huruf A serta B.

Awalannya, Jaksa Iskandar Marwanto menanyakan tujuan kode A serta B dalam berita acara kontrol (BAP) pada saksi PNS pada Dinas PUPR Jambi, Wahyudi. Dalam BAP itu, terdaftar ada sembilan fraksi Partai di DPRD Jambi dengan sebutan kode huruf.

“Di BAP Anda tuliskan 9, yakni Demokrat 8a+1, Golkar 7a+1, Restorasi Nurani 7b, PKB 6a, PDIP 6b+1, Gerindra 5a+1, PPP 4b, PAN 4a, Bintang Keadilan 3b+1*, dimaksud A sama juga dengan 30, serta B sama juga dengan 20 dapat terangkan kode A serta B?” bertanya Jaksa Iskandar pada Wahyudin di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Lalu, Wahyudi mengakui jika kode A serta B itu berkaitan pembagian uang ke anggota DPRD.

Ditegaskan Wahyudi, kode A itu diberikan oleh Asisten Daerah Bagian III Propinsi Jambi Saifudin sedang dianya bisa pekerjaan untuk bagikan kode B. Hal tersebut berdasar pada kepakatan Arfan sebagai Plt Kadis PUPR Jambi dengan Saifudin.

“Kode a serta b, a mesti distribusikan Saifudin serta b kami yang perlu kami berikan. Itu persetujuan Pak Arfan serta Saifudin. Kode b berarti 20 orang kali Rp 100 juta,” tuturnya.

Jaksa juga menelisik tujuan kode plus 1 dalam BAP Wahyudi itu. Menurut Wahyudi, kode itu juga ada arti unsur anggota serta pimpinan.

Wahyudi juga dicecar tentang jumlahnya anggota DPRD Jambi yang terima suap. Tetapi, Wahyudi mengakui tidak ingat.

“Pak Saifudin yang ingat jumlahnya anggota (DPRD Jambi),” jelas Wahyudi.

Zumi Zola didakwa terima gratifikasi sebesar Rp44 miliar serta satu unit mobil Alphard. Gratifikasi itu datang dari Afif Firmansyah Rp34,6 miliar, Asrul Pandapotan Rp2,7 miliar, serta Arfan Rp3 miliar, USD30 ribu, dan SGD100 ribu.

Disangka, gratifikasi itu dipakai Zumi Zola untuk melunasi utang-utangnya waktu kampanye menjadi calon Gubernur Jambi. Zumi Zola juga didakwa menyalurkan uang itu untuk kepentingan adiknya, Zumi Laza yang akan maju menjadi calon Wali Kota Jambi.

Tidak cuma berkaitan gratifikasi, Zumi Zola juga didakwa sudah menyogok anggota DPRD Jambi sebesar Rp16 miliar. Uang Rp16 miliar itu disangka untuk memuluskan ketok palu Perancangan Ketentuan Daerah Biaya Penghasilan serta Berbelanja Jamni tahun biaya 2017-2018.

About admin